Kapal Perang Ini Asli Buatan Indonesia

Diposting oleh Unknown Sabtu, 13 Juni 2015

KRI Krait 827
KRI Krait (827) adalah kapal patroli kelas PC-40 hasil desain dari Fasharkan TNI AL Mentigi dan dibangun bekerja sama dengan PT BES Batam. Kapal ini mempunyai panjang badan 40 meter dan dirancang bisa melaju dengan kecepatan 20 knot didorong oleh 2 buah mesin diesel 1250 HP Badan kapal terbuat dari aluminium alloy.
Desain Kapal (Prototype) dimulai pada tahun 2006, Peletakan lunas dilakukan pada Juni 2007, secara simbolis dilakukan oleh Wa Aslog Kasal dan Wa Asrena Kasal saat itu yaitu Laksamana Pertama Ateng Alibasyah, MM. dan Laksamana Pertama Marsetio, MM. dan Kepala Fasharkan TNI AL Mentigi saat itu, Kolonel Laut (T) Ir. Soegeng Poerwadi P.S. serta pejabat TNI AL terkait. Kapal diluncurkan pada pertengahan tahun 2008 dan diresmikan oleh Panglima TNI pada Desember 2008 di Dermaga Fasharkan TNI AL Mentigi.
Selama pembangunan, kapal ini diawasi dam disupervisi penuh oleh Satgas dari Fasharkan TNI AL Mentigi serta dibawah pengawasan biro klasifikasi kapal internasional yaitu BV (Bureau Veritas) Prancis, sehingga kualitas kapal bisa terjamin.
Disamping tugas patroli keamanan laut kapal ini juga bisa digunakan sebagai kapal SAR dan kapal untuk bantuan bencana alam sehingga kapal ini dilengkapi dengan Hydraulic Crane yang dapat digunakan pada saat SAR maupun bongkar muat bahan bantuan untuk daerah bencana (dimana saat bencana, suatu pangkalan belum tentu ada fasilitas angkat yg memadai). Disamping itu, kapal ini didesain Auto pilot untuk memudahkan pengendalian selama kapal melintasi alur pelayaran yang sempit dan untuk jarak tempuh yang jauh sehingga moral pengawak tetap terjaga dengan kemudahan pengoperasian kapal.
Kapal ini termasuk dalam '10 KARYA ANAK BANGSA YANG MEMBANGGAKAN' di bidang kemandirian Bangsa dalam mencukupi Alutsista TNI untuk mempertahankan dan menjaga keutuhan NKRI

Axioo, Produk Asli Dalam Negeri

Diposting oleh Unknown

Axio Laptop Asli Buatan Indonesia

Di tengah gempuran merek-merek global yang mendominasi pasar perangkat komputasi di dalam negeri, ternyata tidak menyurutkan salah satu produsen notebook lokal satu ini untuk terus berinovasi membangunbrand lokal yang berkualitas dan bisa diterima di tengah-tengah masyarakat.
David AxiooUNTUK memantapkan keberadaannya di tanah air, perusahaan yang mulai memproduksi notebook di dalam negeri pada tahun 2005 ini telah menginvestasikan sekitar US$ 8 juta untuk memperluas pabrik produksinya di tanah seluas 11.000m2 di daerah Cakung, Jakarta Timur, yang rencananya rampung di pertengahan tahun ini.
Axioo, inilah brand lokal yang masih tersisa di negeri ini yang mampu disejajarkan dengan brand global yang lebih dulu hadir. Buktinya, brand notebook nomor 1 di Turki bernama Casper telah menggunakan design dari Axioo. Penjulan Axioo sendiri tidak hanya di dalam negeri tetapi sudah mencapai Asia Tenggara dan Jerman. Berdasarkan data lembaga survei IDC, pertumbuhan Axioo telah berada di posisi keempat mengalahkan brand global lainnya.
Managing Director PT Tera Data Indonusa, pemegang merek Axioo, David Kartono mengatakan, hal lain yang membanggakan buat Axioo sebagai produk buatan Indonesia adalah saat ditunjuk oleh Intel untuk memimpin konsorsium dengan beberapa merek notebook luar, seperti Casper dari Turki, HCL dari India, hingga Positivo dari Brazil.
Dalam konsorsium yang dibentuk tahun 2010 tersebut, Axioo diberi kepercayaan untuk mendesain proyeknya mulai dari membuat tampilan notebook hingga mechanical strukturnya yang akhirnya menghasilkan notebook pertama berprosesor Intel Core Generasi kedua.
“Notebook Axioo menjadi yang pertama kali menggunakan prosesor Intel Core Generasi Kedua di dunia. Hal ini tentunya membuktikan produk anak bangsa bisa menembus jajaran produk dunia yang desainnya juga diadopsi oleh negara-negara yang tergabung dalam konsorsium tersebut,” ujar mantan Senior Director Motorola, Singapura ini.
Dengan adanya pengakuan tersebut, produk asli dalam negeri ini telah membangun citra positif terhadap vendor lokal dan mematahkan dogma yang selama ini menganggap lokal brand hanya bisa membeli produk China dan tinggal menempel merek lokal saja.
“Kami telah membuktikan bahwa industri lokal seperti Axioo mempunyai kemampuan untuk membuat produk sendiri. Bahkan, level Axioo sudah pada penyediaan produk untuk merek lain. Seperti merek ternama Casper yang memakai desain ultrabook pertama Axioo yang dibuat tahun 2011. Mereka membeli produk Axioo dan membayar royalty ke kami,” terang pehobi bersepeda ini.
Tidak berhenti di notebook, belakangan kuartal 4 tahun lalu Axioo memperkenalkan smartphone pertamanya yang dibuat di dalam negeri bernama PicoPhone 2 yang berbasiskan Android dilengkapi keyboard Qwerty. Kehadiran smartphone ini sebagai bentuk pernyataan kesiapan Axioo memproduksi sendiri smartphone dan tabletnya di dalam negeri.
Lebih lanjut, berikut ini petikan wawancara BiISKOM dengan pria kelahiran 25 Maret 1981 yang memilki backgroundelectrical engineering dan computer system ini di waktu luangnya.
Apa kesibukan dan tanggung jawab Anda selaku Managing Director Axioo?
Ada dua hal utama yang menjadi fokus saya, yaitu bagaimana menyediakan produk yang tepat. Maksudnya itu produk yang memiliki kualitas yang lebih baik, latest technology dan tentunya dengan harga yang bersaing. Kedua, fokus saya pada channel customer. Buat Axioo, semua orang berpotensi menjadi customer. Sebab itu, tugas kami menyiapkan channel yang baik sehingga bisa melayani customer Axioo dengan baik.
David Axioo BiskomApa yang membuat Anda tertarik untuk terjun ke indutri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ini?
Saya melihat banyak orang yang tidak mengerti bahwa secara fungsionalitas dan kualitas kita dapat memiliki produk yang baik yang dapat disandingkan dengan merek lainnya tetapi harganya lebih terjangkau. Dengan berkecimpung di industri ini, saya sebagai profesional berharap dapat memberikan produk yang terbaik, terbaru tetapi harganya murah. Sehingga nantinya orang Indonesia tidak lagi terdoktrin dengan sebuah brand tetapi lebih kepada fungsionalitas.
Itu salah satu harapan kami di Axioo dan alasan kami untuk tetap eksis. Bagaimana kami menjadi berkah buat orang lain dengan memberikan produk berspesifikasi sama denganbrand ternama saat ini tetapi harganya tidak mahal.
Belum lama ini Axioo meluncurkan PicoPhone 2 sebagaismartphone pertama yang produksinya di dalam negeri. Apa alasan Axioo mulai memfokuskan pembuatan produk tersebut di sini?
Sebenarnya sangat sederhana buat kami, pertama karena Axioo sudah punya fasilitasnya. Baik itu pabrik, teknologi maupun SDM sudah tersedia. Kedua, karena peraturan pemerintah yang menetapkan bahwa Small Medium Business (SMB) lokal akan dipermudah untuk berbagai proses perijinannya. Tetapi yang lebih utama karena kami sudah mempunyai fasilitasnya.
Bila tidak memanfaatkan fasiltas tersebut, nanti akan menjadi masalah buat Axioo. Misalnya, tahun depan pasar notebook mulai menurun. Kalau tidak diisi dengan smartphone atau tablet dan hanya mengandalkan notebook tentunya Axioo tidak akan bisa berkembang.
Lalu, kenapa produksinya baru dilakukan sekarang. Apa kendalanya?
Sebenarnya salah satu kendala terbesar pembuatan smartphone ataupun tablet itu terletak pada layar sentuhnya. Untuk ini diperlukan investment yang namanya clean room yang bebas debu. Masuk ke clean room tersebut harus diblow satu badan dengan dua kali pemrosesan agar bisa menekan tingkat debu seminimal mungkin.
Karena waktu menempelkan panel touch pada rangkaian device tidak boleh sampai ada debu sama sekali yang menempel, diperlukan ketelitian. Investment untuk itulah yang mahal dan sulit. Sekarang yang sedang kami kerjakan adalah membangun fasilitas yang lebih terintegrated. Sementara ini yang ada adalah clean desk  berupa meja dengan tabung yang berbentuk seperti tempat bayi tabung.
Benefit apa yang dirasakan dengan membuat produk sendiri di sini?
Tentunya masyarakat akan merasakan kecepatan pelayanan dan kemudahan untuk mendapatkan sparepart-nya. Sejak 2010 saja, kami sudah berani memberikan jaminan servis 3 jam selesai. Hal ini mudah dilakukan karena kami memproduksinya di sini dan mempunyai sparepart-nya, sehingga bisa mendeliver a better customer service.
Sedangkan untuk Axioo sendiri benefit yang paling dirasakan di notebook itu adalah fleksibility. Misalkan, ada brandternama mengeluarkan notebook dengan spesifikasi Core i5. Tentunya Axioo dengan sangat mudah segera membuat produk baru yang dapat menyaingi produk tersebut dengan spesifikasi Core i5 yang lebih tinggi speknya, harddisknya dan memorinya juga lebih tinggi, serta tidak ketinggalan harga yang lebih terjangkau.
Apa rahasia sukses Axioo hingga bisa besar seperti sekarang ini?
Kalau bisa dibilang salah satu kunci sukses Axioo adalah kami punya integritas yang sangat baik. Artinya, partner ketika berbisnis dengan kami merasa secure. Integritas tersebut kami turunkan dari produk karena produk itu mencerminkan siapa Axioo. Ketika kami memiliki produk yang berkualitas maka produk tersebut berintegritas. Saat Axioo meluncurkan produk dengan spek tertentu maka harus benar-benar memberikan spek yang sudah tertulis.
Jadi, no hidden agenda. Selain itu kami selalu melihat apa yang terbaik buat customer. Tugas kami adalah menyediakan produk yang lebih baik, berkualitas dengan spesifikasi lebih bagus, namun harganya terjangkau.
Dalam waktu dekat, produk apa yang akan ditawarkan Axioo?
Pastinya latest technology, makanya tahun ini lini produk kami sudah quad core semua, baik itu smartphone maupun tablet. Selain itu, kami memfokuskan ke kamera dengan menggunakan teknologi BSI dual kamera dan display menggunakan teknologi IPS screen. Sedangkan untuk notebook akan dual boot, yaitu Android dan Window 8. Kami berharap teknologi-teknologi terbaru ini bisa semakin menguatkan pasar Axioo di dalam dan luar negeri
Sumber : http://www.biskom.web.id/

PC Tablet Ini 100% Buatan Indonesia

Diposting oleh Unknown

 Wakamini  PC Tablet Pertama Buatan Indonesia


Zyrex, produsen peralatan komputer lokal Indonesia, menawarkan produk terbaru tablet PC yang diklaim 100% buatan Indonesia yaitu produk komputer tablet Wakamini MP 1291 series Multi Touch dan Wakatobi Mini 963 seharga tiga jutaan saja.
Tidak Tidak ketinggalan dari Apple yang membuat komputer tablet iPad, produsen komputer lokal Zyrex juga memproduksi komputer sejenis dengan menghadirkan Wakamini MP 1291 series Multi Touch dan Wakatobi Mini 963, di ajang FKI-ICS 2010, Balai Sidang, Jakarta.
*
Wakamini adalah komputer tablet seratus persen buatan Indonesia dengan harga yang bisa dijangkau siapapun, Rp3.599.000.
Dari sisi layarnya, desain komputer tablet lokal ini tergolong unik yang dapat diputar 180 derajat, berukuran 10 inchi dan memiliki empat varian warna; coklat, merah, hitam dan biru.
Sistem operasinya menggunakkan Windows 7 Home Premium dan Ultimate, dengan layar sentuh.Wakamini dibekali dengan prosesesor Intel Atom N450 berkecepatan 1,66 Ghz,RAM (Random Access Memory) sebesar 1 GB DDR2, Ruang penyimpanan 250 GB, sedangkan bobotnya 1,35 KG dengan Wifi “4 in 1″ card reader dan 1,3 MP Webcam dengan batrai berdaya tahan tiga jam.
Sementara Wakatobi berukuran lebih mungil dan didesain untuk anak-anak, hanya 8,9 inchi. Desain layarnya juga unik, demikian pula harganya yang cukup menarik Rp2,999.000 per unit atau termurah di kelasnya.
Tapi berbeda dari saudaranya, Wakatobi tidak mendukung fitur multi touch.
Prosesor Wakatobi adalah Intel Atom N270 berkecepatan 1,6 Ghz, dengan RAM 1 GB DDR2. Bobotnya hanbya 1,25 kg.
Pada hari pertama pameran berlangsung booth zyrex mengaku sudah menjual belasan unit Wakamini dan Wakatobi. [Antara]
*


Ilmuwan MITI Temukan Alat Pembasmi Kanker Otak


BOGOR – Sekelompok ilmuwan CTech Laboratory, sebuah lembaga riset yang berafiliasi dengan Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI), berhasil menemukan alat pembasmi kanker otak.

Pemimpin Tim Peneliti CTech Laboratory, Dr Warsito P Taruno Warsito, mengatakan temuan ini merupakan sebuah terobosan di dunia kedokteran yang telah berhasil dilakukan ilmuwan Indonesia. "Ini pengembangan alat dari riset kami di bidang tomografi. Setelah alat pembasmi kanker payudara, kami berhasil mendesain alat pembasmi kanker otak," kata Warsito, Senin (3/12).

Alat ini menggunakan prinsip yang sama dengan alat pembasmi kanker payudara, yaitu menerapkan metode radiasi listrik statis. Dan temuan itu telah diuji coba pada seorang pasien penderita kanker otak kecil. "Alhamdulillah, setelah pemakaian dua bulan pasien dinyatakan sembuh total. Saya baru mendapat salinan hasil CT-Scan otak pasien oleh tim dokter rumah sakit," ujar Warsito yang juga Ketua Umum MITI.

Kesuksesan tim dari CTech yang didukung oleh perusahaan Edwar Technology ini dipaparkan dalam forum pertemuan yang dihadiri tidak kurang dari 1.500 peserta dari berbagai kampus di Sumut, Sumbar dan Aceh.

Dalam seminar yang juga menghadirkan mantan Menristek Suharna Surapranata dan staf pengajar USU Dr Yani Absah tersebut, Warsito menceritakan proses terapi pasien penderita kanker otak kecil (cerebellum) yang saat pertama datang dalam kondisi yang mengenaskan. 

Menurut Warsito, sang pasien sudah tak mampu bergerak karena otak kecil sebagai pengendali sistem motorik tubuhnya sudah tak bisa menggerakkan seluruh otot. Dia hanya bisa berbaring dan tak mampu bergerak, termasuk menelan makanan atau minuman yang diasupkan ke mulutnya.

Tim peneliti kemudian merancang perangkat yang disesuaikan dengan diagnosis dokter. Dalam terapi ini, kata Warsito, pihaknya memang bekerjasama dengan tim dokter ahli radiologi dan onkologi dari sebuah rumah sakit besar di Jakarta. 

"Reaksi positif sudah kami peroleh dalam beberapa hari pemakaian. Pasien sudah bisa tersenyum dan sepekan kemudian sudah bisa menerima asupan makanan dan minuman dari mulutnya. Kondisi semakin membaik dalam waktu sebulan karena ia sudah bisa menggerakkan anggota tubuhnya. Dan puncaknya, dua bulan setelah terapi, pasien dinyatakan sembuh total dari kanker otaknya," papar Warsito.

Menurut dia, metode radiasi listrik statis berbasis tomografi ini, sepenuhnya hasil karya anak bangsa yang bakal menjadi terobosan dalam dunia kedokteran. Selain akan merevolusi pengobatan kanker secara medis, juga akan meminimalisasi biaya yang harus dikeluarkan pasien atau keluarganya. 

Sementara itu, mantan Menristek Suharna Surapranata, menyambut baik temuan tim CTech dan MITI ini. Menurut dia, perlu kajian lebih lanjut dan partisipasi banyak pihak yang berkepentingan guna mendapatkan hasil yang lebih baik.

"Kalau mendengar paparan beliau (Warsito), saya kira ini satu hal yang luar biasa dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak, khususnya pemerintah. Juga para pemangku kebijakan dari bidang kesehatan agar hasil penelitian dan penemuan ini memberi manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia dan dunia," demikian Suharna.

Sumber : http://www.republika.co.id/

Achilles Ban Indonesia Yang Tembus 83 Negara di Dunia

Anda penggemar otomotif, khususnya mobil? Tahukah anda bahwa negeri kita merupakan salah satu pemain besar di industri ban roda empat di dunia? Salah satunya adalah Multistrada dengan produk ban Achilles.
Pihak Multistrada menganggap pasar internasional memiliki potensi yang besar untuk digarap.“Peluang bisnis ban di pasar internasional masih sangat besar dan tentu dengan tantangan yang besar juga. Pertumbuhan bisnis ini hampir mengikuti perkembangan industri otomotif baik roda empat maupun roda dua,” ujar Uthan A Sadikin selaku Direktur Multistrada.
Dalam memenangi pasar internasional, merek tidak hanya fokus kepada upaya branding semata. Merek dengan ketat harus memperhatikan juga standar kualitas yang tinggi, pembangunan jaringan, hingga menerapkan strategi harga yang pas.
Dengan memasarkan produk Achillesnya, Multistrada sudah melayani pasar sekitar 83 negara di seluruh dunia, mulai dari Jepang, Taiwan, India, Afrika Selatan, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika. Selain itu, dalam situs resmi Multistrada, Achilles dinyatakan sebagai ban resmi dari Ferrari F430.
“Di luar negeri, konsumen kami mayoritas adalah perusahaan (B2B) dan sedikit yang melayani konsumen langsung (B2C). Ban Indonesia ini merupakan produk yang sangat dicari, termasuk oleh konsumen Eropa dan Amerika. Orang Eropa kalau tidak memakai produk Indonesia akan menyesal karena Indonesia sudah masuk kategori pemain besar dengan produk yang dianggap top,” jelas Uthan.
Pemain ban besar lainnya berasal dari Italia dan Amerika Serikat yang menjadi kompetitornya. Untuk memenangi persaingan bisnis B2B di luar negeri, Multistrada harus dapat menjadi the most efficient producer. Namun, perusahaan tersebut tetap harus memenuhi standar kualitas dari negara tujuan. Hal ini agar perusahaan dapat memberikan nilai lebih kepada konsumen dengan harga yang kompetitif. Untuk mencapai itu, Multistrada hanya mendirikan satu pabrik, yaitu di Cikarang untuk memenuhi permintaan dunia.
achilles di indonesiaproud wordpress com“Dalam sehari, pabrik kami di Cikarang dapat memproduksi sekitar 27 ribu untuk ban mobil dan 15 ribu untuk ban motor. Sementara, untuk mendongkrak merek Achilles di pasar global, kami berasosiasi dengan klub sepak bola Manchester United (MU) dan pembalap asal Jepang Daigo Saito,”ucap Uthan.
MU memiliki peran yang cukup signifikan dalam pembangunan citra merek Achilles dan mendukungbranding yang mereka lakukan. Sementara, sosok Daigo Saito sangat berperan dalam memperkenalkan Achilles di komunitas drifting dunia. Melalui komunitas inilah, Achilles menjalankan bisnis B2C.
Alhasil, upaya yang dilakukan Multistrada ini banyak melahirkan advokasi dari berbagai komunitas. Banyak dari anggota komunitas, khususnya drifting dunia menyuarakan kepuasannya di YouTube melalui video-video aksi mereka bersama Achilles. Munculnya berbagai advokasi ini menandakan konsumen dunia cukup puas dengan produk Indonesia.
Sumber: the-marketeers.com

Bagteria Tas Favorit Paris Hilton

Pada tahun 2010 hingga 2012, nama Nancy Go pernah menjadi perancang tas yang diidolakan kalangan sosialita dan selebritas dunia. Para pesohor dunia seperti  Emma Thompson, Anggun, Putri Zara Phillips dan Paris Hilton sangat kesengsem dengan tas buatan Nancy Go berlabel Bagteria. Produk hasil kreasi anak bangsa ini berhasil menembus pasar dunia.

Nancy Go merancang tasnya dengan gaya berbeda dan berkelas. Dengan membandrol harga tas eksklusif dari bahan-bahan terpilih mulai Rp 1 juta sampai puluhan juta rupiah. Kualitas produk tasnya memang lebih dikenal para selebriti dan sosialita dunia ketimbang di dalam negeri.

Nancy Go hobi menyulam dan merajut sejak tahun 2000. Saat itu secara iseng Nancy membuat tas yang diberi label Bagteria.  Nama itu dipilih karena lucu dengan harapan agar mewabah seperti bakteri. Bermodalkan Rp 100 juta, bersama suaminya, Bert Ng, ia mendirikan PT Metamofosa Abadi, dan mempekerjakan lima karyawan. Awal kemunculannya, tas ini tidak dipasarkan di dalam negeri sebab Nancy Go sadar, orang Indonesia masih memandang sebelah mata produk sendiri, apalagi yang berharga mahal. "Orang Indonesia memilih tas impor,” ujarnya.


Harga tas Bagteria mahal lantaran bahan dasarnya bukan sembarangan. Nancy Go  memakai teknik sulam, renda, dan payet yang dijahit tangan, pernak-perniknya unik dan eksklusif. Sebut saja, kristal swarovski, sterling silver, gold platted, kulit ikan dari Islandia, kulit burung unta (ostrich), bahkan gading gajah purba (mammoth) yang sudah punah.  Bahan gading itu didapat dari Siberia, sebagai pengganti gading gajah.


Membidik Hongkong yang dinilai Nancy sebagai kiblat mode Asia. engan tekun ia ke luar masuk toko menawarkan tas kreasinya. Hingga suatu saat, Outpader Landtrover, pemilik salah satu toko, suka pada desain tasnya dan memborong 50 unit tas Bagteria. Di luar dugaan, tas itu  laku keras dan jadi buah bibir kalangan atas Hongkong.

Buah kesuksesannya di Hongkong, Nancy Go langsung merambah Milan, Italia, masih dengan cara door to door.  Dan ternyata, selera orang Milan cocok dengan Bagteria, hingga tas ini disejajarkan dengan Louis Vuitton, Chanel, atau Prada. Berkat sukses di Milan, Paris dan negara Eropa lain, Nancy Go pun merambah pasar Amerika Serikat dengan rajin ikut pameran dan Pekan Mode. Disinilah, para bintang dunia mengenal tas buatan Indonesia dan memakainya untuk berbagai acara. Termasuk Paris Hilton yang tercatat mengoleksi banyak tas ini. Di Indonesia, label ini pernah memiliki gerai di Plasa Indonesia tapi kemudian sekitar tahun 2012.

Bocah Ajaib; Sayyid Muhammad Husein Tabataba'i

Diposting oleh Unknown Jumat, 12 Juni 2015

Bocah Ajaib Bergelar Doktor


Inilah dia, Sayyid Muhammad Husein Tabataba’i seorang bocah yang mendapatkan gelar  Doktor di Hijaz Collage Islamic University. Lahir pada tanggal 16 februari 1991 di kota Qom. Husein adalah Doktor cilik hafal dan paham al-Qur’an.
            Husein mendapat gelar doktor pada usia 7 tahun di Hijaz Collage Islamic University. Dia menjalani ujian selama 210 menit dan memperoleh nilai 93. Sesuai standar dadri Hijaz Collage Islamic University, Husein sudah bisa menerima ijazah Doktor Honoris Causa dalam bidang “Science of the Retention of The Holy Quran”.
            Husein mulai belajar al-Qur’an pada usia 2 tahun, dan berhasil hafal 30 juz dalam usia 5 tahun. Pada usia sebelia itu, dia tidak hanya mampu menghafal seluruh isi al-Qur’an saja, tetapi juga mampu menerjemahkan arti dari setiap ayat ke dalam bahasa ibunya yaitu Persia, memahami makna ayat-ayat tersebut, dan bisa menggunakan ayat-ayat itu dala percakapan sehari-hari.
Bahkan, husein mampu mengetahui dengan pasti di halaman berapa letak suatu ayat, dan di bars ke berapa, di kiri atau sebelah kanan halaman al-Qur’an, atau menyebutkan ayat-ayat dalam satu halaman secara terbalik, mulai dari  ayat terakhir samapai ke ayat pertama. Subhanallah, Mahasuci Allah yang telah menciptakan langit bumu beserta isinya.
            Gelar Doktor Honoris yang didapat Husein pada usia 7 tahun dari College Islamic University, Inggris, pada februari 1998 tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Husein harus menjalani ujian selama 210 menit, dalam dua kali pertemuan.ujian yang harus dilaluinya pun bukan hanya sekedar menghafal al-Qur’an saja! Melainkan meliputi lima bidang; menghafal al-Qur’an dan menerjemahkan ke dalam bahasa persia, menerangkan topik ayat al-Qur’an, menafsirkan dan menerangkan ayat al-Qur’an dengan menggunakan ayat lainnya, bercakap-cakap dengan menggunakan ayat al-Qur’an, dan metode menerangkan makna al-Qur’an dengan metode isyarat tangan. Sebuah perjuangan yang begitu keras dari Husein, yang pada saat itu masih berumur 7 tahun.
            Setelah selesai, tim penguji memberitahukan bahwa nilai yang diperoleh Husein adalah 93. Menurut standar yang ditetapkan Hijaz College, peaih nilai 60-70 akan diberi sertifikat diploma, 70-80 sarjana kehormatan, 80-90 magister kehormatan, dan di atas 90 doktor kehormatan honoris causa.



Proses Pendidikan Husein Belajar Al-Qur’an

            Untuk kasus Husein, proses pendidikan al-Qur’an telah dimulai sejak dia masih dalam kandungan. Orangtua Husein menikah ketika mereka masing-masing berusia 17 tahun, dan setelah menikah keduanya bersama-sama berusaha menghafal al-Qur’an. Tekad tersebut akhirnya tercapa selama 6 tahun kemudian. Dan orantua Husein juga mendirikan kelas-kelas pelajaran al-Qur’an yang diikuti oleh para pecinta al-Qur’an.
            Seiring dengan kegiatan belajar mengajar al-Qur’an orangtuanya, Husein dan saudara-saudaranya tumbuh besar. Husein sejak kecil selalu diajak ibunya untuk menghadiri kelas-kelas al-Qur’an. Meskipun di kelas Husein hanya duduk mendengarkan, namun ternyata dia menyerap isi pelajaran. Pada usia 2 tahun 4 bulan, Husein sudah menghafal juz ke 30 secara otodidak, hasil dari rutinitasnya dalam mengikuti aktivitas ibunya yang menjadi penghafal dan pengajar al-Qur’an, serta aktivitas kakak-kakaknya dalam mengulang-ulang hafalan mereka. Melihat bakat istimewa Husein, ayahnya, sayyid Muhammad Mahdi Tabataba’i pun serius secara serius mengajarkan hafalan al-Qur’an juz ke 29. Setelah Husein berhasil menghafal juz ke 29, dia mulai diajari hafalan juz perrtama oleh ayahnya.
            Untuk memulai menhafal al-Qur’an, Husein diajari terlebih dahulu membaca al-Qur’an, hal ini dilakukan agar Husein bisa mengecek sendiri hafalannya tanpa bergantung pada ayahnya terus. Selanjutnya ayahn Husein menciptakan metode sendiri untuk mengajarkan makna-makna al-Qur’an, yaitu dengan menggunakan isyarat tangan. Misalnya kata Allah, tangan menunjuuk ke atas, katayuhibbu (mencintai), tangan seperti memeluk sesuatu, kata sulh (berdamai), dua tangan saling berdamai.
            Ayah Husein biasanya akan menceritakan makna suatu ayat secara keseluruhan dengan menggunakan bahsa yang sederhana kepada Husein. Kemudia dia akna mengucapkan ayat itu sambil melakukan gerakan-gerakan tangan yang mengisyaratkan makna ayat.
            Metode ini sedemikian berpengaruhnya pada kemajuan husein dalam menguasai ayat-ayat al-Qur’an sehingga dengan mudah dia mampu menerjemahkan ayat-ayat itu ke dalam bahasa persia dan mampu menggunakan ayat-ayat itu dalam percakapan sehari-hari.
            Ayah Husein menolak jika Husein sebagai anak yang istimewa. Ayahnya berpendapat bahwa Husein memiliki kemampuan di atas rata-rata, dan semua anak pun bisa memiliki kemampuan seperti Husein. Namun tentu saja, prakondisi dan kondisinya harus lengkap. Misalnya, Husein sejak sebelum masa kehamilan, kedua orangtua Husein sudah mulai menghafal  al-Qur’an. Selama masa kehamilan dan menyusi, ibunda Husein juga teratur membacakan ayat-ayat suci untuk puteranya. Dan sejak kecil Husein sudah dibesarkan dalam lingkungan yang cinta al-Qur’an.
            Ayah Husein juga bepesan, bila orangtua menginginkan anaknya menjadi pecinta al-Qur’an dan penghafal al-Qur’an, langkah pertama yang harus dilakukan adalah orangtuanya terlebih dahulu juga mencintai al-Qur’an dan rajin membacanya di rumah.

Perbincangan Husein Dengan Menggunakan Ayata-ayat AL-Qur’an

            Husein yang berkali-kali ditanya orang, mana yang lebih ia sayangi, ibu atau ayahnya. Sambil melirik ayahnya, dia menjawab, “Tidak masuk kepada golongan ini dan tidak kepada golongan itu”. (QS. An- Nisa: 143) maksudnya, dia tidak condong kepada ayahnya, tidak pula condong kepada ibunya, baginya kedua-duanya sama-sama dicintainya.
            Namun di lain kesempatan, Husein pernah menjawab, ”Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam keadaan 2 tahun”. (QS. Luqman: 14) maksud Husein, dia lebih menyayangi ibunya.
            Kunjungan ke Arab Saudi, selain menunaikan ibadah haji, Husein juga diundang hadir ke berbagai acara Qurani. Dalam perrtemuan dengan para qari al-Quran asal Libanon, Husein diuji dengan berbagai pertanyaan, diantaranya, “Apa pendapatmu tentang ulama?”. Husein menjawab, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama.” (QS. Fathir: 28).
            Husein ditanya lagi, “jika kamu memiliki pertanyaanilmiah, kepada siapa kamu akan bertanya?” Husein menjawab, “Maka tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Anbiya: 7). Selanjutnya, brikut ini tanya jawab yang terjadi pada saat itu:
            T (Tanya) : Apa pakaian yang kau sukai?
            H (Husein) : “Pakaian taqwa itulah yang paling baik”) QS. Al-A’raf: 26)
            T : Apa hadiah terbaik dari ayah kepada anaknya?
        H : “Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang utnuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama” (QS. At-Taubah: 122) (maksud Husein, seorang ayah haruslah mendidik anaknya di bidang agama sebaik mungkin).
            T : Jika ayahmu marah, apa yang dia lakukan?
            H : “Apabila mereka marah, mereka memberi maaf” (QS. Asy-Syura: 37)
            T : Apakah kamu bersiap baik kepada ayah-ibumu?
           H : “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya” (QS. Al-Ahqaf: 15).


Diberdayakan oleh Blogger.

About Us

Arsip Blog